| Matahari terbit di Taman Jelawat kota Sampit Kalimantan Tengah |
Saatnya raga beristirahat dari lelahnya dunia.
Gemercik air membasahi dari atas kepala.
Mengalirkan semangat hingga ke jemari.
Sahutan lantunan Adzan menyeru ummat.
Tanda puasa hari ini telah usai.
Seteguk demi seteguk air membasahi kerongkongan.
Melenyapkan dahaga yang menumpuk selama sehari.
Semoga niat ini tulus hanya demi ridho sang Robbi
Ramadhan bulan yang istimewa.
Yang dinanti oleh semua ummat.
Setiap khalayak yang menginginkan selamat.
Keselamatan di dunia maupun di akhirat
Perlahan hati ini mulai pilu.
Tiga tahun sudah lautan samudra membentang.
Menghalangi raga ini bersama
Oh Ibu, apa kabar hatimu?
Ku tahu engkau pun pasti rindu
Kepada putra nakalmu ini
Namun besarnya cintamu padaku
Tiada henti memancarkan derasnya doamu.
Rintihan yang senantiasa diDengar Yang Maha Pemurah.
Namun apalah dayaku.
Ku tak tahu bagaimana membalasnya oh ibu.
Oh ibu aku rindu padamu.
Walau selau ku kabarkan padamu melalui suara telepon.
Aku baik baik saja...

Tidak ada komentar:
Posting Komentar